IBMNews.co.id, Tanjung Selor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menargetkan swasembada pangan pada 2026 melalui percepatan pencetakan sawah baru, optimalisasi lahan pertanian, serta penetapan Lahan Pertanian dan Perkebunan Berkelanjutan (LP2P).
Bupati Bulungan, Syarwani menegaskan, program tersebut menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah dan selaras dengan visi besar Pemkab Bulungan dalam memperkuat ketahanan pangan.
“Ketahanan dan kemandirian pangan menjadi fokus utama kami di periode ini. Upaya pencetakan sawah baru, optimalisasi lahan serta penetapan LP2P merupakan langkah konkret menuju swasembada 2026,” ujar Syarwani, Sabtu (28/02/26).
Menurutnya, program swasembada pangan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bulungan, tetapi juga mendukung keberadaan Proyek Strategis Nasional (PSN) di wilayah tersebut.
“Bulungan merupakan salah satu daerah yang masuk dalam kawasan PSN. Karena itu, ketahanan pangan harus diperkuat agar mampu menjadi penopang kebutuhan, baik di tingkat regional Kalimantan maupun nasional,” tegasnya.
Ia menjelaskan, orientasi pembangunan sektor pertanian kini tidak lagi sebatas memenuhi kebutuhan lokal. Pemkab Bulungan menargetkan produksi pangan yang mampu bersaing dan menopang pasar yang lebih luas.
“Kita sudah berbicara pada skala regional bahkan nasional. Artinya, produksi pertanian harus ditingkatkan dari sisi kuantitas maupun kualitas,” jelasnya.
Syarwani menambahkan, percepatan swasembada pangan akan diperkuat melalui program prioritas daerah, salah satunya Mandau Tani. Program tersebut menjadi payung strategis yang mengintegrasikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait agar bergerak secara terpadu.
“Mandau Tani adalah bagian dari program prioritas Pemkab Bulungan. Ini menjadi komando strategi pertanian daerah agar seluruh sektor bergerak bersama mewujudkan swasembada,” katanya.

Selain pencetakan sawah baru, Pemkab juga memastikan perlindungan lahan melalui penetapan LP2P guna mencegah alih fungsi lahan pertanian produktif.
“Kalau ingin swasembada, lahannya harus dijaga. LP2P menjadi instrumen penting agar lahan pertanian tidak mudah dialihfungsikan. Dengan begitu, keberlanjutan produksi pangan kita terjamin,” pungkasnya.
Melalui langkah tersebut, Pemkab Bulungan optimistis sektor pertanian daerah akan semakin kuat, berkelanjutan, serta sejalan dengan program prioritas pembangunan yang telah ditetapkan menuju swasembada pangan 2026.***(RM)


