IBMNews.co.id, Tarakan – Ramadan selalu menghadirkan suasana khas menjelang azan Magrib. Di sudut Jalan Sebengkok, tepatnya di depan Publik Mart, Stand Takjil Ramadhan Ikatan Pemuda Bubuhan Banjar Tarakan menjadi salah satu destinasi favorit warga untuk berburu hidangan berbuka.
Aroma santan, gula merah, dan pandan langsung menyambut pengunjung. Aneka wadai khas Banjar tersusun rapi, menghadirkan nostalgia kuliner dari tanah Banjarmasin.
Di antaranya ada Bingka, kue ikonik berbentuk bunga dengan tekstur lembut dan legit. Varian Bingka Kentang, Bingka Tapai hingga Bingka Pandan menjadi buruan pembeli. Tak kalah menggoda, Amparan Tatak Pisang dengan perpaduan tepung beras, santan, dan pisang matang menghadirkan rasa manis alami yang lembut di lidah.
Kemudian Putri Selat tampil cantik dengan lapisan cokelat gula merah dan putih atau hijau pandan. Sementara Lapis India dengan sisi meliuk-liuk dan tekstur kenyal legit memperkaya pilihan takjil tradisional. Bagi pecinta sajian berkuah manis, Bingka Barandam menawarkan sensasi berbeda karena disiram kuah gula yang meresap.
Tak ketinggalan Apam Barabai, Kikicak, Papare, Wadai Kararaban, hingga Sari Muka Lakatan yang memadukan ketan pulen dan lapisan sari muka berbahan telur atau pandan. Semua tersaji dengan cita rasa autentik khas Banjar.
Tak hanya wadai, pengunjung juga dapat menikmati Soto Banjar hangat yang kaya rempah, cocok sebagai penyeimbang setelah menyantap hidangan manis.
Secara tradisi, masyarakat Indonesia identik berbuka dengan makanan atau minuman manis. Secara medis, hal ini memang ada alasannya. Setelah seharian berpuasa, kadar gula darah cenderung menurun. Mengonsumsi makanan manis dalam jumlah wajar dapat membantu mengembalikan energi dengan cepat.
Mengacu pada anjuran World Health Organization (WHO), asupan gula tambahan sebaiknya dibatasi agar tidak melebihi 10 persen dari total kebutuhan energi harian. Konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes.
Sementara itu, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia juga menganjurkan berbuka dengan yang manis secukupnya, lalu dilanjutkan dengan makanan bergizi seimbang agar tubuh tetap sehat selama Ramadan.
Ahli gizi menjelaskan, gula sederhana memang cepat diserap tubuh sehingga efektif memulihkan energi. Namun jika berlebihan, lonjakan gula darah bisa terjadi secara drastis dan membuat tubuh cepat lemas kembali.
Tips Sehat Menikmati Wadai Banjar.
Agar tetap sehat tanpa harus melewatkan kenikmatan kuliner tradisional, berikut beberapa tips berbuka:
Awali dengan air putih dan kurma atau buah segar.
Nikmati kue manis dalam porsi kecil.
Hindari mengonsumsi terlalu banyak minuman tinggi gula. Lengkapi dengan makanan utama yang mengandung protein, sayur, dan karbohidrat kompleks.
Dengan cara tersebut, aneka wadai khas Banjar tetap bisa dinikmati tanpa mengabaikan kesehatan.
Stand Takjil Ramadhan Ikatan Pemuda Bubuhan Banjar Tarakan bukan sekadar tempat berjualan. Ia menjadi ruang silaturahmi, pelestarian budaya, sekaligus pengingat bahwa Ramadan bukan hanya soal menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga keseimbangan antara tradisi, rasa, dan kesehatan.
Bagi warga Tarakan yang rindu cita rasa Banjarmasin, silahkan untuk mengunjungi stand Takjil Kunjungi dan nikmati kenyamanan wadai dan soto Banjar distand TAKJIL Ramadhan IPBB Tarakan, tepatnya dijalan pengeran dipenogoro kelurahan sebengkok. Depan publik mart. Tempat ini layak menjadi persinggahan menjelang Magrib. Nikmati manisnya wadai Banjar, hangatnya soto, dan kebersamaan Ramadan dalam satu waktu.***(RM)


