IBMNews.co.id, Tarakan – Menjelang rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Polres Tarakan menggelar silaturahmi bersama tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan (ormas) se-Kota Tarakan, Jumat (13/02/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 14.30 Wita tersebut berlangsung di Café Malabar, Jalan RE Martadinata, Kelurahan Pamusian, Kecamatan Tarakan Tengah. Agenda ini menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, Bulan Suci Ramadan dan Idul Fitri, Hari Raya Nyepi, serta Hari Raya Paskah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Tarakan AKBP Erwin S. Manik, S.H., S.I.K., M.H., jajaran Pejabat Utama Polres Tarakan, Kapolsek Tarakan Barat, serta perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Tarakan bersama enam perwakilan agama. Turut hadir pula sejumlah organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan, di antaranya Kokam Kaltara, Kokam Tarakan, GP Ansor Tarakan, Muhammadiyah Tarakan, HIPMI Tarakan, Senkom Tarakan, KNPI Jaya Tarakan, GMKI Tarakan, HMI Cabang Tarakan, BEM INSTEKMUH Tarakan, dan BEM STIMIK PPKIA Tarakan.
Dalam forum dialog, sejumlah potensi kerawanan menjadi perhatian bersama. Di antaranya maraknya balap liar yang berisiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas, tradisi balap lari menggunakan fasilitas umum yang mengganggu pengguna jalan, hingga aktivitas membangunkan sahur menggunakan pengeras suara berlebihan.
Selain itu, peredaran minuman keras (miras) ilegal, persoalan kebersihan lingkungan—khususnya di wilayah pesisir dan sekitar masjid saat buka puasa—serta parkir liar dan aktivitas ekonomi jalanan juga menjadi pembahasan utama karena berpotensi memicu gesekan sosial.
Kapolres Tarakan AKBP Erwin S. Manik dalam wawancaranya menegaskan bahwa kegiatan silaturahmi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat komunikasi dan deteksi dini potensi gangguan kamtibmas.
“Kami ingin memastikan seluruh rangkaian perayaan hari besar keagamaan berjalan aman dan kondusif. Karena itu, kami menggandeng tokoh agama dan ormas untuk bersama-sama mengantisipasi potensi gangguan, mulai dari balap liar, peredaran miras ilegal, hingga persoalan ketertiban umum lainnya,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga situasi tetap terkendali.
“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan para tokoh agama, pemuda, dan seluruh elemen masyarakat sangat penting. Jika ada potensi gangguan, segera laporkan melalui Call Center 110 atau ke kantor polisi terdekat. Kami siap merespons cepat,” tegasnya.
Menanggapi berbagai isu yang dibahas, para tokoh agama dan perwakilan ormas turut menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis. Di antaranya penegakan hukum tegas terhadap pelaku balap liar melalui penilangan, koordinasi dengan Pemerintah Kota Tarakan untuk penyediaan lokasi khusus balap lari, serta pendirian pos pelayanan dan pos pengamanan di titik-titik strategis sebagaimana pengamanan Natal dan Tahun Baru sebelumnya.
Pengamanan juga diharapkan difokuskan pada arus lalu lintas, pusat keramaian, tempat ibadah, serta lokasi rawan gangguan kamtibmas. Selain itu, dukungan terhadap edukasi kebersihan lingkungan, agenda rutin bersih-bersih kawasan pesisir, penguatan moderasi beragama, serta sosialisasi layanan pengaduan kepolisian turut menjadi usulan dalam forum tersebut.
Secara umum, situasi kamtibmas di Kota Tarakan menjelang Ramadan terpantau relatif kondusif. Namun demikian, potensi gangguan seperti balap liar, penggunaan petasan atau meriam bambu, parkir liar, serta peredaran miras ilegal tetap menjadi perhatian bersama.
Melalui silaturahmi lintas elemen ini, Polres Tarakan menegaskan komitmennya memperkuat sinergitas dengan tokoh agama dan ormas guna menjaga stabilitas keamanan, sehingga seluruh rangkaian perayaan hari besar keagamaan di Kota Tarakan dapat berlangsung aman, damai, dan penuh semangat toleransi.***(IBM02)


