• Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
IBMNews.co.id
Advertisement
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
IBMNews.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
  • Liputan Khusus
  • Opini

Tidak Konsisten, Deddy Sitorus Dinilai “Amnesia” Pernah Laporkan Warga ke Polisi

by Redaksi
24/10/2025
in Bulungan
A A

IBMNews.com, Tanjung Selor — Anggota DPR RI, Deddy Yevri Sitorus, dinilai tidak konsisten dalam menyikapi langkah Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Pemprov Kaltara) yang melaporkan salah satu media massa ke pihak berwajib karena diduga menyebarkan berita bohong (hoaks) dan mencemarkan nama baik pemerintah daerah serta sejumlah pejabat.

Penilaian itu disampaikan Koordinator BEM Nusantara Kaltara, Fauzi, yang menilai pernyataan Deddy terkesan “amnesia” dan bertolak belakang dengan tindakannya di masa lalu.

Baca Juga

Wings Air Buka Rute Tanjung Selor–Balikpapan, Mobilitas dan Ekonomi Diyakini Terdongkrak

Sidak Sekda di Hari Pertama Kerja, Sejumlah ASN Ditemukan Absen, Layanan Publik Belum Maksimal

Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

“Mungkin Deddy Sitorus sedang lupa atau tidak punya cermin. Saya hanya ingin mengingatkan, mari melawan lupa — karena beliau pun pernah menempuh jalur hukum ketika ada warga yang ‘menyenggolnya’. Salah satunya terkait kisruh soal ‘dinosaurus’ waktu itu. Jadi, sebelum menilai orang lain, lihat konteksnya dulu,” ujar Fauzi dalam keterangan persnya.

Fauzi menjelaskan, langkah hukum yang ditempuh Pemprov Kaltara melalui Biro Hukum merupakan tindakan yang sah dan proporsional karena persoalan yang dihadapi bukan sekadar kritik, melainkan penyebaran informasi yang dinilai provokatif dan menyesatkan.

“Pemerintah sudah berkali-kali mengklarifikasi bahwa informasi yang disebarkan media tersebut hoaks. Tapi justru terus diputar dan dipelintir. Kalau sudah seperti itu, tentu langkah hukum menjadi jalan terakhir yang logis,” tegasnya.

Menurut Fauzi, Deddy seharusnya memahami konteks laporan yang dilakukan Pemprov.

Selain sudah dilaporkan ke Dewan Pers dari sisi etika jurnalistik, kasus tersebut juga diproses di Polda Kaltara dari aspek pidana.

“Giliran Pemprov menempuh jalur hukum, Deddy malah menyebut cengeng dan jangan sedikit-sedikit melapor. Padahal dulu dia sendiri pakai alasan ‘negara hukum’ saat melaporkan warga. Ini namanya tidak konsisten,” tambahnya.

Fauzi menegaskan, laporan Pemprov Kaltara ke aparat penegak hukum merupakan kasus pertama selama masa pemerintahan Gubernur Zainal A. Paliwang.

Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa langkah tersebut diambil bukan karena alergi terhadap kritik, tetapi karena ada unsur kesengajaan yang bersifat provokatif.

“Selama ini kritik terhadap pemerintah justru direspons dengan terbuka. Contohnya Bang Fajar — sekarang Ketua Komisi Informasi Kaltara — dulu sangat kritis bahkan tajam. Tapi karena niatnya murni kritik, beliau justru diapresiasi, bukan dipidanakan,” ujarnya mencontohkan.

Fauzi menilai Deddy Sitorus perlu lebih cermat menelaah kasus sebelum berkomentar.

“Sebagai anggota DPR, seharusnya bisa membedakan mana pelanggaran kode etik jurnalistik dan mana pelanggaran pidana. Kalau tidak tahu, jangan asal bicara. Mungkin lebih baik belajar dulu di Dewan Pers supaya paham bagaimana menjadi jurnalis profesional,” sindirnya.

Ia juga menuding Deddy menjawab wawancara wartawan secara tergesa-gesa tanpa memahami duduk perkara sebenarnya.

“Kemungkinan Deddy hanya ditanya secara sepihak oleh oknum wartawan yang punya kepentingan tertentu. Ia menjawab normatif tanpa tahu motif dan kronologi kasus. Akhirnya, pernyataannya dimanfaatkan untuk menyerang Pemprov,” ucap Fauzi.

Fauzi menambahkan, seorang anggota DPR semestinya memiliki nalar dan kapasitas berpikir yang matang dalam menilai studi kasus, bukan sekadar ikut berkomentar tanpa memahami akar persoalan.

“Jangan berlagak paling peduli dengan rakyat, tapi malah nimbrung dalam urusan yang tidak dikuasai. Apalagi kalau sumber informasinya dari LSM dengan SK yang diragukan dan media yang belum terdaftar di Dewan Pers,” ujarnya.

Dalam pandangannya, Fauzi juga mengulas soal konsep keadilan yang menurutnya sering disalahpahami. Ia menilai keadilan bukan berarti “sama rata”, melainkan “sesuai porsi dan kebutuhan”.

“Kalau ada orang mencuri Rp50 ribu di mobil yang lupa dikunci, mungkin terlihat sepele. Tapi kalau niatnya memang mencuri, berarti kalau ada uang sekoper pun dia akan ambil. Jadi yang dilihat bukan besar kecilnya, tapi niatnya,” jelasnya memberi analogi.

Menutup keterangannya, Fauzi berharap kepolisian dapat bertindak objektif dalam menangani perkara ini agar publik mendapat kepastian hukum yang jelas.

“Kami berharap aparat menilai dengan kepala dingin dan berdasarkan fakta, karena media yang dilaporkan diduga memprovokasi dengan data tidak benar,” pungkas Fauzi.***(IBM02)

Terkait

Next Post
Tokoh Adat KTT Bantah Kehadiran Mereka dalam Sosialisasi PT. BAS: “Itu Klaim Palsu Perusahaan!”

Tokoh Adat KTT Bantah Kehadiran Mereka dalam Sosialisasi PT. BAS: "Itu Klaim Palsu Perusahaan!"

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-79: KNPI Bulungan Ajak Pemuda Bulungan Bersatu dan Berkontribusi

Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-79: KNPI Bulungan Ajak Pemuda Bulungan Bersatu dan Berkontribusi

Berita Terlaris

  • Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria 40 Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Kayan, Keluarga Tolak Visum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Bulungan Lantik Adi Irwansyah sebagai Inspektur, Perkuat Pengawasan Pemkab Hadapi Audit BPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama BL Disebut oleh Sejumlah Saksi, Kritikus Anti Korupsi Justru Berada dalam Pusaran Kasus Korupsi Proyek ASITA?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KORMI Bulungan Resmi Dilantik, Integrasikan Olahraga dengan Pariwisata dan Ekonomi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
redaksi@ibmnews.co.id

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA