• Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
IBMNews.co.id
Advertisement
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
IBMNews.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
  • Liputan Khusus
  • Opini

Ribuan warga Israel gelar aksi di Tel Aviv, desak penghentian perang dan pembebasan tawanan

by Redaksi
11/06/2025
in Internasional
A A

IBMNews.com, Tel Aviv – Ribuan warga Israel turun ke jalan pada Sabtu (7/6/2025) malam dalam aksi demonstrasi besar-besaran di Tel Aviv.

Mereka mendesak pemerintah segera mengakhiri perang di Gaza dan memulangkan para tawanan Israel yang masih ditahan di wilayah tersebut.

Baca Juga

Warga Gaza shalat tarawih di reruntuhan masjid

Hari pertama Ramadhan, Israel membunuh 2 warga Gaza

Israel Lancarkan 57 Serangan Terhadap Jurnalis Palestina Sepanjang November

Aksi yang berlangsung di Lapangan Habima itu juga menjadi ajang pernyataan ketidakpuasan terhadap sikap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Dalam unjuk rasa yang terdokumentasikan melalui sejumlah tayangan video, massa terlihat memenuhi pusat kota Tel Aviv.

Mereka membawa poster dan menyuarakan tuntutan agar pemerintah segera menghentikan serangan militer dan mengupayakan solusi diplomatik untuk memulangkan para tawanan.

Otoritas Keluarga Tawanan Israel menegaskan bahwa satu-satunya jalan untuk menyelamatkan para tawanan yang masih hidup di Gaza adalah melalui kesepakatan politik, bukan melalui kelanjutan perang.

Mereka memperingatkan bahwa operasi militer justru mengancam nyawa para tawanan dan tidak akan mengembalikan mereka ke rumah.

“Perang dan pertaruhan atas nyawa para sandera dan tentara tidak akan membawa mereka pulang. Mengakhiri perang bukan hanya jalan untuk menyelamatkan para tawanan, tapi juga menyelamatkan Israel,” demikian pernyataan resmi lembaga tersebut.

Mereka juga melayangkan kritik tajam terhadap sikap Perdana Menteri Netanyahu yang dianggap menolak setiap upaya perjanjian demi kepentingan pribadi dan politik.

Menurut mereka, penolakan Netanyahu tidak mewakili kehendak mayoritas rakyat Israel.

Dalam pernyataannya, mereka mendesak utusan Amerika Serikat (AS) untuk Timur Tengah, Steven Witkoff, agar meninggalkan proposal Netanyahu dan mengajukan alternatif baru, mengingat negosiasi yang ada telah menemui jalan buntu.

Ketegangan meningkat setelah Abu Ubaida, juru bicara sayap militer Hamas, Brigade Al-Qassam, mengeluarkan peringatan keras.

Ia mengungkapkan bahwa pasukan Israel tengah mengepung lokasi tempat seorang tawanan Israel, Metan Tzenhgauker, ditahan.

Abu Ubaida memperingatkan bahwa tentara Israel bertanggung jawab jika terjadi hal fatal terhadap tawanan tersebut.

“Musuh tidak akan bisa mengambilnya dalam keadaan hidup. Jika ia terbunuh dalam proses penyelamatan, maka yang bertanggung jawab adalah tentara Israel,” ujar Abu Ubaida.

Ia juga menambahkan bahwa Hamas telah menjaga keselamatan Tzenhgauker selama satu tahun delapan bulan.

Keluarga para tawanan telah berulang kali menyalahkan Netanyahu sebagai penghalang utama dalam tercapainya kesepakatan untuk membebaskan semua tawanan sekaligus.

Sejak 7 Oktober 2023, militer Israel melancarkan operasi yang dituduh sebagai genosida di Jalur Gaza.

Hingga kini, lebih dari 180.000 warga Palestina menjadi korban, baik tewas maupun terluka—kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dan perempuan.

Sebanyak lebih dari 11.000 orang masih dinyatakan hilang dan ratusan ribu lainnya terusir dari tempat tinggal mereka.***(Source : Gaza Media Net & Al Jazeera Net).

Terkait

Next Post
Hampir mencapai Gaza, Israel memerintahkan militer mencegah kapal kemanusiaan Freedom Flotila

Hampir mencapai Gaza, Israel memerintahkan militer mencegah kapal kemanusiaan Freedom Flotila

Tantang ancaman Israel, Kapal Freedom Flotilla tembus Mesir menuju Gaza

Tantang ancaman Israel, Kapal Freedom Flotilla tembus Mesir menuju Gaza

Berita Terlaris

  • Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria 40 Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Kayan, Keluarga Tolak Visum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Bulungan Lantik Adi Irwansyah sebagai Inspektur, Perkuat Pengawasan Pemkab Hadapi Audit BPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama BL Disebut oleh Sejumlah Saksi, Kritikus Anti Korupsi Justru Berada dalam Pusaran Kasus Korupsi Proyek ASITA?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KORMI Bulungan Resmi Dilantik, Integrasikan Olahraga dengan Pariwisata dan Ekonomi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
redaksi@ibmnews.co.id

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA