• Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
IBMNews.co.id
Advertisement
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
IBMNews.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
  • Liputan Khusus
  • Opini

Greta Thunberg Berlayar Menuju Gaza: Kita Tidak Bisa Diam Menonton Genosida

by Redaksi
10/06/2025
in Internasional
A A

IBMNews.com, Swedia – Aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg, menyatakan bahwa masyarakat internasional harus mengambil peran aktif dalam menghadapi penderitaan rakyat Palestina di Gaza, setelah pemerintah-pemerintah dunia dinilai gagal memberikan perlindungan yang memadai.

“Kita tidak bisa hanya berdiam diri melihat ini terjadi. Kita sedang menyaksikan genosida yang berlangsung, setelah puluhan tahun penindasan sistematis, pembersihan etnis, dan pendudukan,” kata Thunberg dalam wawancara dengan Middle East Eye dari atas kapal Madleen yang tengah berlayar di perairan internasional Laut Mediterania menuju Gaza, Selasa (3/6/2025).

Baca Juga

Warga Gaza shalat tarawih di reruntuhan masjid

Hari pertama Ramadhan, Israel membunuh 2 warga Gaza

Israel Lancarkan 57 Serangan Terhadap Jurnalis Palestina Sepanjang November

Kapal tersebut merupakan bagian dari Freedom Flotilla, sebuah misi kemanusiaan yang bertujuan menembus blokade Israel atas Jalur Gaza. Thunberg dan 11 aktivis lainnya berangkat dari Sisilia pada Minggu lalu, membawa berbagai bantuan mendesak bagi warga Palestina yang terkepung.

Bantuan tersebut mencakup susu formula bayi, tepung, beras, popok, produk kebersihan wanita, peralatan desalinasi air, pasokan medis, kruk, dan kaki palsu untuk anak-anak.

“Kami adalah warga biasa yang sangat prihatin atas apa yang sedang terjadi, dan kami tidak bisa menerima hal ini begitu saja,” ujar Thunberg.

Risiko diserang

Thunberg menyadari risiko besar yang mereka hadapi. Sebelumnya, kapal lain dalam misi serupa, Conscience, gagal melanjutkan perjalanan setelah diserang dua drone di dekat perairan Malta bulan lalu. “Semua bukti kuat menunjukkan bahwa Israel adalah pelakunya,” katanya.

Meski begitu, ia dan timnya tetap melanjutkan perjalanan. “Kami adalah aktivis dan relawan damai. Kami tidak membawa senjata, dan kami berlayar secara damai di perairan internasional, yang merupakan hak kami,” ucap aktivis berusia 22 tahun itu.

Perjalanan ke Gaza diperkirakan memakan waktu tujuh hari. Lokasi kapal Madleen dapat dipantau secara langsung melalui situs resmi Freedom Flotilla Coalition sebagai upaya menjaga keselamatan dan transparansi.

Sejak tahun 2007, koalisi tersebut telah berulang kali mengirimkan kapal ke Gaza untuk menembus blokade darat, laut, dan udara yang diberlakukan Israel. Salah satu insiden paling mematikan terjadi pada tahun 2010, saat pasukan Israel menyerang kapal Mavi Marmara dan menewaskan 10 aktivis.

Kritik kepada pemerintah

Thunberg menegaskan bahwa aksi ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral, terutama ketika pemerintah dianggap tidak bertindak. “Saat pemerintah gagal, maka kita yang harus tampil dan menjadi orang dewasa di ruangan ini,” ujarnya.

Israel memberlakukan blokade total atas bantuan kemanusiaan ke Gaza selama 11 minggu. Meskipun sebagian bantuan PBB kini telah diizinkan masuk sejak 19 Mei, skemanya dikritik banyak pihak sebagai tidak efektif.

Thunberg juga menyesalkan sikap para pembuat kebijakan yang justru meremehkan aksi kemanusiaan. Beberapa politisi, termasuk Senator Amerika Serikat Lindsey Graham, bahkan mengejek para aktivis. Graham menulis di media sosial X, “Semoga Greta dan teman-temannya bisa berenang!”

Menanggapi hal itu, Thunberg menyatakan bahwa ia tidak membaca komentar di media sosial selama di laut. “Untungnya saya tidak bisa mengakses media sosial di sini, jadi saya tidak melihat semua kebencian itu,” ujarnya.

Namun, ia menyayangkan bahwa perhatian lebih diberikan pada mengejek aktivis ketimbang menyikapi krisis kemanusiaan.

“Sungguh ironis bahwa di tengah genosida, para pembuat kebijakan yang terlibat justru memilih mengolok orang-orang yang setidaknya berusaha melakukan sesuatu,” katanya.

Ia menyebut bahwa masyarakat internasional, termasuk pemerintah, lembaga, dan perusahaan, turut bertanggung jawab atas penderitaan rakyat Palestina. “Ini uang pajak kita. Ini media kita yang terus-menerus mendiskreditkan warga Palestina,” ujarnya.

“Sebagai bagian dari komunitas internasional, saya ingin meminta maaf karena kami telah mengkhianati kalian dengan tidak memberikan dukungan yang cukup,” tambahnya.

Keadilan iklim dan kemanusiaan

Dikenal sebagai aktivis iklim sejak usia belia, Thunberg menegaskan bahwa perjuangan lingkungan tidak dapat dipisahkan dari isu kemanusiaan.

“Aneh rasanya ketika orang memisahkan kepedulian terhadap lingkungan dari kepedulian terhadap manusia,” ujarnya. “Kami berdiri untuk keadilan, keberlanjutan, dan pembebasan bagi semua. Tidak akan ada keadilan iklim tanpa keadilan sosial.”***(source Gaza Media Channel & MEE)

Terkait

Next Post
Israel Merencanakan Misi Kemanusiaan Freedom Flotilla Dekat Gaza

Israel Merencanakan Misi Kemanusiaan Freedom Flotilla Dekat Gaza

PBB: Seluruh Rumah Sakit Di Gaza Utara Tak Lagi Beroperasi

PBB: Seluruh Rumah Sakit Di Gaza Utara Tak Lagi Beroperasi

Berita Terlaris

  • Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria 40 Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Kayan, Keluarga Tolak Visum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Bulungan Lantik Adi Irwansyah sebagai Inspektur, Perkuat Pengawasan Pemkab Hadapi Audit BPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama BL Disebut oleh Sejumlah Saksi, Kritikus Anti Korupsi Justru Berada dalam Pusaran Kasus Korupsi Proyek ASITA?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KORMI Bulungan Resmi Dilantik, Integrasikan Olahraga dengan Pariwisata dan Ekonomi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
redaksi@ibmnews.co.id

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA