• Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
IBMNews.co.id
Advertisement
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
IBMNews.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
  • Liputan Khusus
  • Opini

DOB Apau Kayan, Titik Balik Strategis Perbatasan: Seruan Mahasiswa Dayak Kenyah Kepada Pemerintah

Oleh : Julison Yosep (Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Dayak Kenyah Kota Tarakan (PMDK-KT).

by Redaksi
07/05/2025
in Opini
A A

Usulan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Apau Kayan di Provinsi Kalimantan Utara kini kembali menggema, kali ini dengan tekanan moral yang lebih kuat dari kalangan muda intelektual Dayak Kenyah.

Julison Yosep, Ketua Umum Perhimpunan Mahasiswa Dayak Kenyah Kota Tarakan (PMDK-KT), menegaskan bahwa pemekaran ini bukan sekadar aspirasi lokal, tetapi kebutuhan strategis nasional yang mendesak dan berkelanjutan.

Baca Juga

PTSL dan Tuntutan Transparansi dalam Pelaksanaannya

Momentum Irau Tengkayu, Saatnya Pemerintah Daerah Kaltara Bersinergi untuk Kepentingan Rakyat

Polisi Juga Manusia: Dilema di Balik Seragam Cokelat

“Apau Kayan bukan hanya soal identitas, tapi juga tentang kedaulatan dan keadilan pembangunan. Pembentukan DOB adalah langkah konkret untuk menjawab keterisolasian, memperkuat perbatasan, dan mempercepat kesejahteraan,” kata Julison, Selasa (6/5).

Terletak tepat di perbatasan dengan Sarawak, Malaysia, Apau Kayan digambarkan sebagai wilayah luas dan terpencil yang hingga kini terpinggirkan dalam arus pembangunan.

Kondisi infrastruktur jalan yang rusak parah membuat akses menuju Mahakam Ulu dapat memakan waktu hingga satu bulan.

“Luas wilayah Apau Kayan mencakup lebih dari separuh Kabupaten Malinau, namun pelayanan publik nyaris tak menjangkau. Jika DOB terbentuk, anggaran bisa lebih terfokus untuk infrastruktur dasar: jalan, jembatan, sekolah, dan layanan kesehatan,” tegas Julison.

Apau Kayan juga dikenal sebagai tanah leluhur masyarakat Dayak Kenyah, salah satu suku besar dengan akar budaya yang dalam.

Dalam konteks ini, pemekaran wilayah bukan semata urusan administratif, melainkan juga alat proteksi dan revitalisasi kultural.

Julison menilai, ruang otonomi akan memperkuat posisi masyarakat adat dalam melindungi kearifan lokal dan hak mereka atas sumber daya alam.

Seruan PMDK-KT juga menggarisbawahi kepentingan strategis Apau Kayan sebagai benteng perbatasan negara.

“Wilayah ini adalah garda depan kedaulatan Indonesia. Dengan status DOB, pemerintah bisa lebih agresif membangun dan menjaga perbatasan, sekaligus mengurangi potensi kerentanan dari luar negeri,” paparnya.

Usulan pembentukan DOB Apau Kayan sebenarnya bukan hal baru.

Aspirasi ini telah disuarakan sejak 28 Juli 2016 dan terus diperjuangkan hingga kini, dengan dukungan terbuka dari Bupati Malinau dan berbagai elemen masyarakat.

PMDK-KT melihat bahwa dukungan politik dan sosial yang luas ini menandakan kesiapan penuh daerah untuk dimekarkan.

Julison mengingatkan, langkah strategis seperti ini adalah bagian dari amanat pembangunan inklusif dan berkeadilan, sebagaimana visi pemerintah dalam membangun Indonesia dari pinggiran.

“Kami mendesak pemerintah pusat agar tidak lagi menunda realisasi DOB Apau Kayan. Ini bukan hanya soal administratif, ini adalah tentang menjawab ketimpangan, menjaga perbatasan, dan memperkuat NKRI,” pungkasnya.

Civitas Perhimpunan Mahasiswa Dayak Kenyah Kota Tarakan (PMDK-KT)

Dengan realisasi DOB Apau Kayan, pemerintah tak hanya membuka jalan bagi percepatan pembangunan wilayah tertinggal, tapi juga meletakkan fondasi bagi integrasi nasional yang lebih kokoh, dimulai dari ujung paling jauh republik ini.***

Terkait

Next Post
Pemprov Kaltara Gelar Workshop Satu Data Daerah, Wujudkan Pembangunan Berbasis Data Akurat

Pemprov Kaltara Gelar Workshop Satu Data Daerah, Wujudkan Pembangunan Berbasis Data Akurat

Halalbihalal IKAT Tanjung Selor, Perkuat Silaturahmi Warga Toraja di Kaltara

Halalbihalal IKAT Tanjung Selor, Perkuat Silaturahmi Warga Toraja di Kaltara

Berita Terlaris

  • Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria 40 Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Kayan, Keluarga Tolak Visum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Bulungan Lantik Adi Irwansyah sebagai Inspektur, Perkuat Pengawasan Pemkab Hadapi Audit BPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama BL Disebut oleh Sejumlah Saksi, Kritikus Anti Korupsi Justru Berada dalam Pusaran Kasus Korupsi Proyek ASITA?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KORMI Bulungan Resmi Dilantik, Integrasikan Olahraga dengan Pariwisata dan Ekonomi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
redaksi@ibmnews.co.id

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA