• Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
IBMNews.co.id
Advertisement
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
IBMNews.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
  • Liputan Khusus
  • Opini

Harga Bitcoin Meroket 20% pasca Trump Isyaratkan Pembentukan Cadangan Baru

by Redaksi
04/03/2025
in Internasional
A A

Harga Bitcoin pada Senin (3/3) melejit lebih dari 20% dari titik terendahnya pekan lalu, dan sejumlah mata uang kripto lainnya juga melonjak setelah Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan dibentuknya cadangan strategis baru oleh pemerintah AS, yang akan mencakup berbagai mata uang kripto.

Trump mengatakan di akun media sosial Truth Social miliknya bahwa instruksi presiden tentang aset digital yang ia umumkan pada Januari akan menciptakan cadangan mata uang, termasuk Bitcoin, Ether, XRP, Solana, dan Cardano. Sebelumnya, nama-nama tersebut belum pernah diumumkan secara resmi.

Baca Juga

Warga Gaza shalat tarawih di reruntuhan masjid

Hari pertama Ramadhan, Israel membunuh 2 warga Gaza

Israel Lancarkan 57 Serangan Terhadap Jurnalis Palestina Sepanjang November

Trump menegaskan bahwa Bitcoin dan Ether akan menjadi prioritas dalam cadangan strategis itu, dalam postingannya pada hari Minggu (2/3).

Pernyataannya itu mendongkrak harga Bitcoin, mata uang kripto terbesar di dunia, hingga 20% dari harga terendahnya pada November, yang tercatat pada Jumat (28/2) lalu. Ini juga membalikkan sentimen pasar yang sebelumnya melemah sejak pertengahan Januari karena menantikan Trump untuk melonggarkan regulasi seperti yang dijanjikannya.

“Trump memberikan dorongan yang ditunggu-tunggu oleh para investor kripto,” kata Matt Simpson, analis pasar senior di City Index.

“Kepercayaan yang tadinya sempat hilang kini telah kembali,” dan harga mata uang kripto mungkin akan mencapai rekor baru, kecuali jika terjadi aksi jual besar-besaran lagi, tambahnya.

Chris Weston, kepala penelitian di Pepperstone, mengatakan reli harga itu kemungkinan akan berlanjut hingga acara “White House Crypto Summit” pertama yang akan digelar Trump pada Jumat mendatang (7/2). Namun, ada risiko bahwa kondisi negatif di pasar lainnya bisa mempengaruhi sentimen kripto.

Sementara itu, meski Wall Street ditutup lebih tinggi pada Jumat lalu, penurunan saham-saham perusahaan teknologi besar seperti Nvidia menggoyahkan sentimen terhadap Bitcoin, yang oleh sebagian pihak dianggap sebagai alternatif investasi di sektor teknologi.

Selama Februari, Bitcoin merosot lebih dari 17%, yang merupakan penurunan bulanan terbesar sejak Juni 2022. Sejak mencapai puncaknya di level $105.000 pada awal Januari, harga Bitcoin sudah turun lebih dari sepertiga.

Kenaikan harga Bitcoin sejak kemenangan Trump pada November tahun lalu dipicu oleh harapan bahwa presiden AS yang pro-kripto terserbut akan membentuk dana strategis Bitcoin dan mengakhiri tindakan keras terhadap industri kripto oleh pemerintahan Joe Biden sebelumnya.

“Ironisnya, mata uang yang awalnya dirancang untuk bebas dari campur tangan pemerintah dan bersifat terdesentralisasi, sekarang justru bergantung pada kebijakan pemerintah AS”, ujar Kathleen Brooks, direktur penelitian di XTB.

“Meski pengumuman ini membuat harga [kripto] melonjak, muncul kekhawatiran baru,” kata analis IG Market Tony Sycamore.

Sumber pendanaan untuk pembelian kripto dalam cadangan strategis tersebut mungkin berasal dari pajak warga AS, atau berasal dari mata uang kripto yang disita dalam operasi penegakan hukum.

“Yang kedua ini tidak terlalu positif bagi pasar karena hanya akan menjadi perpindahan aset dari satu akun ke akun lain, bukan pembelian baru yang bisa mendorong penguatan pasar,” tambah Sycamore.***

 

Sumber: [br/ab] VOA

Terkait

Tags: BitcoinHargakriptoVOA
Next Post
Moment Ramadan, Kapolda Kaltara Kunjungi Santri TPA AL-MA’ARUF Selumit Pantai 

Moment Ramadan, Kapolda Kaltara Kunjungi Santri TPA AL-MA’ARUF Selumit Pantai 

Polda Kaltara Sita 907 Botol dan 51 Kaleng Minuman Beralkohol, Hasil Operasi Pekat Kayan 2025

Polda Kaltara Sita 907 Botol dan 51 Kaleng Minuman Beralkohol, Hasil Operasi Pekat Kayan 2025

Berita Terlaris

  • Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria 40 Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Kayan, Keluarga Tolak Visum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Bulungan Lantik Adi Irwansyah sebagai Inspektur, Perkuat Pengawasan Pemkab Hadapi Audit BPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama BL Disebut oleh Sejumlah Saksi, Kritikus Anti Korupsi Justru Berada dalam Pusaran Kasus Korupsi Proyek ASITA?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KORMI Bulungan Resmi Dilantik, Integrasikan Olahraga dengan Pariwisata dan Ekonomi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
redaksi@ibmnews.co.id

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA