• Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
IBMNews.co.id
Advertisement
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
IBMNews.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
  • Liputan Khusus
  • Opini

Diteksi Adanya Paham Radikalisme di Tarakan, Tim Pakem Masih Lakukan Pemantauan

by Redaksi
28/11/2022
in Tarakan
A A

TARAKAN – Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan Dalam Masyarakat (Pakem) Tarakan menindaklanjuti adanya laporan radikalisme.
Informasi yang diterima Pakem ini dari laporan masyarakat yang menduga adanya penyebaran paham radikalisme, dari pengajian yang dilakukan kelompok tertentu di tengah masyarakat. 

Ketua Tim Pakem, Adam Saimima mengatakan, pihaknya masih menerima sebatas informasi.
Pakem melakukan deteksi dini dengan mengawasi paham yang berbau radikalisme, maupun paham lain yang menyimpang dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. 

Baca Juga

Penusukan Maut Gegerkan Tarakan, Polisi Amankan Pelaku Utama

Kapolres Tarakan Berbuka Puasa dengan Tahanan, Tegaskan Pendekatan Humanis di Balik Rutan

Lampaui Target Nasional, Personel Polres Tarakan Digganjar Penghargaan Polda Kaltara

“Sifatnya masih sebatas informasi, apakah informasi yang kami dapat ini pahamnya radikal atau bukan. Sifatnya masih informasi dan Pakem bersama semua stakeholder yang punya kepentingan dengan persoalan keamanan dan situasi di Tarakan melakukan penelusuran. Jadi masih ditelusuri informasinya,” terangnya belum lama ini.

Terkait informasi ini pihaknya sudah melakukan dua kali rapat menindaklanjuti laporan yang diterima. Setelah rapat pakem ini, kemudian kesimpulan akan dibawa ke tingkat atas lagi yang lebih berwenang. Sementara anggota Pakem terus mengumpulkan informasi apakah informasi yang disampaikan masyarakat memang benar. 

“Belum ada ditegaskan pahamnya benar radikal. Sifatnya masih sebatas kajian (dalam pertemuan kelompok yang diduga tersebut). Tapi muatan kajiannya kami belum dapat, apakah tentang radikal, masih belum kami lihat,” imbuhnya. 

Informasi yang diterima Pakem, ada oknum yang sudah lulus kuliah beberapa orang yang dilaporkan radikal. Sehingga pihaknya meminta Kementerian Agama maupun stakeholder yang punya kepentingan agar ikut mengawasi. 

“Sebenarnya bukan di kampus, tetapi di beberapa tempat yang sifatnya pengajian dan terdiri dari siswa dan mahasiswa. Tapi informasi terbaru yang kami terima oknum ini sudah selesai (kuliah),” terangnya. 

Pakem melakukan pengawasan situasi keamanan di Tarakan, potensi yang memuat keresahan tidak hanya dalam persoalan agama, tetapi juga masyarakat yang menimbulkan keresahan.

Tujuannya agar bisa diajak diskusi untuk mengembalikan pola pikir ke yang seharusnya. 

“Kita buat pendekatan, kenapa seperti ini, kita kembalikan lagi jangan begini. Diajak diskusi. Nanti Kemenag maupun FKUB akan menilai apakah benar dan sejauh apa pelanggaran yang dilakukan. Karena sebenarnya kan orang memiliki kebebasan untuk beribadah. Tidak serta merta ada informasi dari satu pihak, kemudian kita menjustifikasi. Itu bisa bahaya,” tegas pria yang juga merupakan Kepala Kejaksaan Negeri Tarakan ini. 

Ada beberapa kegiatan yang dilaporkan masyarakat, terkait pergerakan kelompok ini.
Masyarakat menilai apa yang dilakukan kelompok ini tidak seperti biasanya. Sifatnya tertutup dan caranya berbeda. Inilah yang dipertanyakan dan dilaporkan ke pihak berwenang. 

Namun, ia tegaskan sifatnya masih dugaan dan belum ada kesimpulan benar radikalisme. Sejauh ini sifatnya hanya keresahan masyarakat dan akan diluruskan. 

Terkait

Next Post
Aktivitas Pembangunan Perusahaan Resahkan Warga Perumahan PNS, Dishub Tegaskan Status Jalan

Aktivitas Pembangunan Perusahaan Resahkan Warga Perumahan PNS, Dishub Tegaskan Status Jalan

Gelar Raker Bersama Menpora, Komite III DPD-RI Sampaikan Catatan Untuk Ditindaklanjuti

Gelar Raker Bersama Menpora, Komite III DPD-RI Sampaikan Catatan Untuk Ditindaklanjuti

Berita Terlaris

  • Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria 40 Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Kayan, Keluarga Tolak Visum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Bulungan Lantik Adi Irwansyah sebagai Inspektur, Perkuat Pengawasan Pemkab Hadapi Audit BPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama BL Disebut oleh Sejumlah Saksi, Kritikus Anti Korupsi Justru Berada dalam Pusaran Kasus Korupsi Proyek ASITA?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KORMI Bulungan Resmi Dilantik, Integrasikan Olahraga dengan Pariwisata dan Ekonomi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
redaksi@ibmnews.co.id

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA