• Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
IBMNews.co.id
Advertisement
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
IBMNews.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
  • Liputan Khusus
  • Opini

Akui Cukup Kesulitan Dalam Menanggani ODGJ

by Redaksi
08/05/2022
in Kaltara, Tarakan
A A

TARAKAN – Semakin maraknya Orang Dengan Gangguan jiwa (ODGJ) berkeliaran di Kota Tarakan, cukup membuat masyarakat resah. Mengapa tidak, sejak satu tahun terakhir muncul beberapa ODGJ yang kerap menimbulkan keresahan seperti meminta uang secara memaksa kepada warga dan fenomena terbaru ialah adalah ODJG paru baya yang berkeliaran dengan membawa sekop yang kerap mengancam orang yang berpapasan dengan.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Tarakan Arbain mengakui jika akhir-akhir ini adanya ODGJ yang meresahkan masyarakat. Kendati begitu ia bersyukur Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) cukup sigap menanggani hal tersebut.

Baca Juga

Penusukan Maut Gegerkan Tarakan, Polisi Amankan Pelaku Utama

Tak Ingin Berpolemik, Sekprov Kaltara Memilih Hadirkan Kepastian Solusi Konkret Pejabat Defenitif Kepala OPD

Bertemu Menteri PKP, Gubernur Berhasil Perjuangkan 2.000 Rumah Subsidi untuk Warga

“kami juga melihat bahwa di masyarakat itu ODGJ ini sempat meresahkan. Dalam penangganannya, ODGJ ini sebenarnya sangat berimplikasi langsung kepada tindakan yang utama dalam penangganan ODGJ ini kan kalau misalnya dia menganggu ketentraman, maka itu kan tentu akan harus ditindak Satpol PP yah,”ujarnya, (08/05/2022).

“Karena ODGJ ini tidak bisa berkomunikasi secara normal, maka di dalam aturan yang ada, itu juga merupakan kewenangan Dinas Kesehatan. Satpol PP saya mau katakan bahwa untuk menangkap dan mengamankan mereka itu, tugasnya Satpol PP terus akan dibawa ke rumah sakit untuk dirawat. Setelah nanti dari Dinsos akan melakukan asesment,”sambungnya.

Dijelaskannya, Dinas sosial tidak berwenang melakukan pengamanan ODGJ di lapangan sehingga pihaknya berharap tindakan Satpol PP. Namun jika ODGJ telah diamankan maka barulah Dinsos yang mengambil alih penangganan. Kendati begitu, sejauh ini sejauh ini pihaknya cukup kesulitan dalam menanggani ODGJ di Kota Tarakan lantaran minimnya informasi terhadap identitas bersangkutan.

“Tentulah, mungkin kalau pada saat katakanlah sakit, susah kita ajak bicara untuk melakukan identifikasi datanya. Karena rata-rata yang di jalan itu sebenarnya ada keluarganya di Tarakan cuma minim informasi,”tukasnya.

“Setelah kita dapatkan informasi tentu mungkin pada saat setelah di rawat sudah agak-agak ada perbaikan kesehatannya itu nanti kita baru bisa menanyakan dia. Setelah dia dinyatakan sembuh, di situ Dinas Sosial masuk terhadap kelanjutan hidupnya. Kalau dia masih punya keluarga kami pulangkan ke keluarganya atau kami taru di panti,”jelasnya.

“Memang saya akui makin banyak ODGJ yang berkeliaran di Jalan itu. Dia juga sempat membawa sekop dan mengancam orang di pinggir jalan,”lanjutnya.

Menurutnya, hal ini merupakan kejadian yang jarang terjadi mengingat pada umumnya ODGJ bersikap tidak peduli dengan hal di sekitarnya. Sehingga ia mengimbau kepada pihak keluarga untuk mengantarkan jika ada anggota keluarga mengalami gangguan jiwa ke RSUD dan pihaknya akan melakukan pendampingan.

“Itu kan juga di luar biasanya. Biasanya, ODGJ itu sibuk dengan dunianya sendiri dan tidak menganggu orang lain tapi ini memang sudah membahayakan orang sekitar,”tutupnya.

Terkait

Next Post
Dua Ular King Koros Dievakuasi Dalam Sehari

Dua Ular King Koros Dievakuasi Dalam Sehari

Hari Pertama Kerja, Loyalitas ASN jadi Perhatian

Hari Pertama Kerja, Loyalitas ASN jadi Perhatian

Berita Terlaris

  • Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria 40 Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Kayan, Keluarga Tolak Visum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Bulungan Lantik Adi Irwansyah sebagai Inspektur, Perkuat Pengawasan Pemkab Hadapi Audit BPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama BL Disebut oleh Sejumlah Saksi, Kritikus Anti Korupsi Justru Berada dalam Pusaran Kasus Korupsi Proyek ASITA?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KORMI Bulungan Resmi Dilantik, Integrasikan Olahraga dengan Pariwisata dan Ekonomi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
redaksi@ibmnews.co.id

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA