• Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
IBMNews.co.id
Advertisement
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
IBMNews.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
  • Liputan Khusus
  • Opini

Kembali Alami Banjir Rob, Begini Curhatan Masyarakat Pesisir

Tergenang : Kondisi ini Kelurahan Karang Anyar Pantai saat banjir rob

by Redaksi
08/12/2021
in Tarakan
A A

TARAKAN – Banjir Rob kembali terjadi di Kota Tarakan dalam beberapa hari terakhir di Bumi Pauntaka sehingga hal tersebut membuat sejumlah rumah milik warga terdampak dan ikut terendam air laut.

Manto, Salah seorang warga Kelurahan Karang Anyar Pantai menerangkan, setiap kali banjir rob melanda, diri cukup mengalami kerugian yang diakibatnya rusaknya beberapa barang seperti kipas angin dan lemari pendingin miliknya.

Baca Juga

Penusukan Maut Gegerkan Tarakan, Polisi Amankan Pelaku Utama

Kapolres Tarakan Berbuka Puasa dengan Tahanan, Tegaskan Pendekatan Humanis di Balik Rutan

Lampaui Target Nasional, Personel Polres Tarakan Digganjar Penghargaan Polda Kaltara

Lanjutnya, hampir setiap tahun menjelang akhir tahun mengalami banjir Rob selama tiga hari. Ini dikarenakan tempat tinggalnya berada di atas air dan memang ketinggian permukaan air lebih tinggi daripada bangunan miliknya.

Meski kerugiannya tak begitu besar, namun ia mengakui cukup kerepotan jika harus membersihkan pasca air pasang surut.

“Masih mending tahun ini tidak hujan. Kalau pas air pasang ini ditambah hujan. lebih tinggi lagi,” ucapnya.

Ia mengakui, setiap kali ada air pasang naik, biasanya menemukan hewan melata seperti ular dan ikan. Selain itu, ia juga mengungkapkan banjir rob kerap berdampak kepada warga yang merasakan gatal-gatal karena air asin.

Sementara itu, Prakirawan Badan Meterologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG) Tarakan Novira Ismi menuturkan, di daerah yang cukup rendah atau tempat yang berbatasan dengan laut, seperti pesisir paling merasakan dampaknya.

Diketahui, banjir ini juga pernah terjadi pada November lalu, namun sebenarnya pasang air maksimal ini terjadi secara periodik.

“Fenomena banjir rob ini karena adanya daya tarik yang terjadi secara periodik. Kalau La Nina berhubungan dengan atmosfer, sedangkan banjir rob ini berhubungan dengan adanya gaya gravitasi antara bumi dan bulan yang mengakibatkan air laut naik ke permukaan,” ulasnya.

Air pasang maksimal ini juga terjadi di waktu tertentu sesuai periodenya. Namun, hal yang perlu dikhawatirkan saat banjir rob yang bertepatan dengan hujan deras.

Dua kejadian yang secara bersamaan memberikan dampak yang lebih bagi masyarakat. Banjir rob diperkirakan akan terjadi sejak pukul 19.00 Wita dan menurun hingga pukul 21.00 Wita.

Potensi air pasang tinggi ini, tidak hanya terjadi di Tarakan melainkan di beberapa daerah lain di Indonesia sesuai fase bulan.

“Fase bulan itu, ada bulan baru, di tanggal 29 Desember pada saat itu air laut pasang tinggi. Dampaknya berbeda-beda di setiap wilayah tergantung kondisi di masing-masing daerah itu sendiri. Daerah yang paling terdampak itu tentunya yang curam atau mungkin cukup dangkal paling signifikan,”tandasnya.

Terkait

Next Post
Temukan Shabu Di Lapas, Kalapas Bongkar Praktik Penyeludupan Shabu Dengan Melempar Melintasi Tembok Pembatas

Temukan Shabu Di Lapas, Kalapas Bongkar Praktik Penyeludupan Shabu Dengan Melempar Melintasi Tembok Pembatas

Terima Sertifikat Budaya Takbenda, Pemprov Kaltara Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya

Terima Sertifikat Budaya Takbenda, Pemprov Kaltara Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya

Berita Terlaris

  • Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria 40 Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Kayan, Keluarga Tolak Visum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Bulungan Lantik Adi Irwansyah sebagai Inspektur, Perkuat Pengawasan Pemkab Hadapi Audit BPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama BL Disebut oleh Sejumlah Saksi, Kritikus Anti Korupsi Justru Berada dalam Pusaran Kasus Korupsi Proyek ASITA?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KORMI Bulungan Resmi Dilantik, Integrasikan Olahraga dengan Pariwisata dan Ekonomi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
redaksi@ibmnews.co.id

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA