• Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
IBMNews.co.id
Advertisement
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
IBMNews.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
  • Liputan Khusus
  • Opini

Hadiri Pertemuan Tokoh Adat, Pemprov Kaltara Upayakan Putra Daerah Jadi Prioritas

by Redaksi
29/09/2021
in Kaltara, Pemerintahan
A A

Gubernur Kaltara dan semua tokoh adat saat pertemuan

TANJUNG SELOR – Ketua Lembaga Adat Dayak Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) bersama dengan beberapa tokoh adat dan ketua adat dari berbagai sub suku, melakukan pertemuan bersama dengan Gubernur Drs H.Zainal A.Paliwang, SH, M.Hum dan Wakil Gubernur Dr Yansen TP, di Ruang Rapat Kantor Gubernur. Selasa, (28/9/2021).

Baca Juga

Tak Ingin Berpolemik, Sekprov Kaltara Memilih Hadirkan Kepastian Solusi Konkret Pejabat Defenitif Kepala OPD

Bertemu Menteri PKP, Gubernur Berhasil Perjuangkan 2.000 Rumah Subsidi untuk Warga

Sekprov Kaltara Sidak Gadis 2 hingga KBM, Tegaskan Disiplin ASN

Dalam pertemuan ini, Ketua Lembaga Adat Dayak, Henock Merang meneruskan keluhan masyarakat secara langsung kepada Gubernur dan Wagub mengenai nasib tenaga honorer yang mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja PPPK (P3K) di Kaltara.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah yang sudah melahirkan satu solusi yaitu P3K, namun ternyata hal ini dimanfaatkan oleh beberapa oknum luar yang tidak memahami kondisi di pedalaman,” ujarnya.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persekutuan Dayak Lundayeh (PDL), Yefta Bartho, turut menyampaikan hal yang sama.

Menurutnya, kondisi daerah pedalaman yang serba terbatas dan kekurangan menyebabkan keadaan putra putri daerah merasa kesulitan untuk berkompetisi secara maksimal dengan anak-anak dari luar daerah.

“Kebijakan mengenai seleksi P3K yang guru ini sangat mengkhawatirkan masyarakat daerah. Takutnya masyarakat luar yang lulus seleksi ini justru tidak dapat beradaptasi dengan kondisi di pedalaman dan akhirnya memaksa untuk pindah,” ungkapnya.

Hal tersebut bukanlah sesuatu yang baru. Kerap kali anak-anak daerah luar yang lulus seleksi di Kaltara dan ditempatkan di daerah pedalaman tidak dapat beradaptasi dengan lingkungan dan kondisinya yang serba terbatas dan kekurangan.

Hal tersebut merugikan masyarakat pedalaman khususnya dalam sektor pendidikan yang kerap kali kekurangan tenaga kerja.

“Jangankan anak dari luar daerah, bahkan anak-anak yang berada di pusat kota di Kaltara pun belum mampu untuk beradaptasi dengan situasi dan kondisi masyarakat di pedalaman,” jelas Yefta.

Gubernur juga memiliki pemikiran yang serupa. Didampingi oleh Wagub Yansen TP, ia menyampaikan pikirannya kepada kepala-kepala adat yang hadir.

“Apa yang menjadi keinginan bapak sekalian, itu merupakan keinginan saya juga, keinginan kita sama, tidak ada keinginan saya itu untuk mengambil PNS dari luar,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa sejak awal tekadnya adalah untuk mengubah status honorer putra putri daerah, sayangnya hal tersebut bukanlah kewenangan Gubernur, melainkan kewenangan Menteri.

“Insya Allah saya akan bertemu dengan Menteri Pendidikan dan Direktur Jenderal yang menangani hal ini dalam waktu dekat, dan saya akan berusaha untuk meneruskan permasalahan ini kepada mereka,” terangnya.

Terakhir, Henock Merang menyampaikan terima kasih atas tanggapan Gubernur untuk turut memperjuangkan hak putra putri daerah Kaltara.

“Jangan lagi mereka yang dari luar daerah datang lalu merebut hak anak-anak kita di daerah Kaltara ini,” pungkasnya.

Terkait

Next Post
Kunjungi Korban Kebakaran Pantai Amal, Gubernur Kaltara Salurkan Bantuan

Kunjungi Korban Kebakaran Pantai Amal, Gubernur Kaltara Salurkan Bantuan

Masyarakat Harapkan PTM, Pemprov Amati Perkembangan

Masyarakat Harapkan PTM, Pemprov Amati Perkembangan

Berita Terlaris

  • Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria 40 Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Kayan, Keluarga Tolak Visum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Bulungan Lantik Adi Irwansyah sebagai Inspektur, Perkuat Pengawasan Pemkab Hadapi Audit BPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama BL Disebut oleh Sejumlah Saksi, Kritikus Anti Korupsi Justru Berada dalam Pusaran Kasus Korupsi Proyek ASITA?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KORMI Bulungan Resmi Dilantik, Integrasikan Olahraga dengan Pariwisata dan Ekonomi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
redaksi@ibmnews.co.id

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA