• Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
IBMNews.co.id
Advertisement
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
IBMNews.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
  • Liputan Khusus
  • Opini

Alokasi Vaksin Telah Tersistem Sesuai Ketentuan Negara

by Redaksi
19/08/2021
in Tarakan
A A

TARAKAN – Hingga saat ini proses vaksinasi masyarakat masih berjalan dan masih jauh yabg ditargetkan pemerintah. Meski demikian Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia terus mengawal proses vaksinasi di setiap daerah.

Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua Komite II DPD RI Hasan Basri menerangkan sejauh ini dari hasil koordinasinya terhadap Lembaga terkait sebanyak 440 juta dosis vaksin yang sudah di tiba Indonesia 170 juta didistribukan ke berbagai daerah.

Baca Juga

Penusukan Maut Gegerkan Tarakan, Polisi Amankan Pelaku Utama

Kapolres Tarakan Berbuka Puasa dengan Tahanan, Tegaskan Pendekatan Humanis di Balik Rutan

Lampaui Target Nasional, Personel Polres Tarakan Digganjar Penghargaan Polda Kaltara

“Berdasarkan informasi dari, Menko PMK (Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia), bahwa jumlah vaksin sudah mencapai 440 juta oleh ada yang di Indonesia, kemudian dari Kementrian Kesehatan juga sudah menyampaikan kurang lebih sekitar 170 juta yang sudah ready dan dalam proses distribusi ke daerah,”ujarnya, (19/8).

Dari hasil koordinasi Komite II DPD-RI kepada sejumlah Mentri, Hasan Basri menyampaikan jika pemerintah pusat tetap berkomitmen mendistribusikan vaksin secara rutin dan konsisten dalam jadwal yang telah diatur. Kendati begitu, ia menerangkan jadwal distribusi berada di ranah Kementrian sementara DPD RI hanya mengawasi dan memastikan alokasi vaksin terus berjalan.

“Cuma memang, dalam proses pendistribusian ini butuh waktu bermacam-macam. Sehingga, tanggal 20 Juli saya telpon Pak Menkes, kemudian Pak Mentri BUMN, dan Kepala BNPB. Saya menyampaikan itu. Tapi dari Pak Menkes sudah menyampaikan bahwa untuk Kaltara, beliau sudah mengirim 2 hari yang lalu, kemudian Insyaallah minggu depan dia akan mengirim kembali,”tukasnya.

“Dari Kementrian PMK menyampaikan bahwa alokasi vaksin ini sudah diatur sesuai dengan, jumlah penduduk Indonesia dalam hal ini kurang lebih sekitar 270 juta penduduk Indonesia yang akan divaksin,”tuturnya.

“Untuk memenuni health imunity, semua itu akan didistribusikan ke pemerintah daerah baik melalui pemerintah provinsi, maupun pemerintah Kabupaten/Kota ,”sambungnya.

Ia membeberkan dalam proses alokasi vaksin Kaltara merupakan 1 dari 7 Provinsi di Indonesia yang telah mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat. Sehingga ia membeberkan jika hal itulah Kaltara menjadi salah satu provinsi yang mendapat kunjungan Kapolri dan Panglima TNI.

“Kemarin Pak Kapolri dan Panglima TNI sudah ke Kaltara, paling tidak ia memperhatikan tentang kondisi Kaltara yang termasuk 7 daerah provinsi yang termasuk mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat,”tuturnya.

Ia menjelaskan sejauh ini DPD RI berupaya penuh mengawal distribusi vaksin hingga ke daerah. Dijelaskannya, ia tidak membenarkan jika ada lembaga khusus yang mempolitisasi vaksinasi atas pembelokan informasi terkait vaksinasi.

“Saya tegaskan di Negeri ini tidak ada vaksin berbayar semua gratis yang melalui program. Makanya rencana yang lalu, untuk vaksin berbayar terhadap individual, saya salah satu orang yang memprotes keras terjadap rencana itu. Karena, presiden pada Bulan Desember sudah menyampaikan bahwa vaksin melalui program itu gratis,”tutupnya.

Terkait

Next Post
Sekda Harapkan Penyelerasan Dengan Visi dan Misi Gubernur

Sekda Harapkan Penyelerasan Dengan Visi dan Misi Gubernur

Nyalakan Listrik di Pedesaan Kaltim dan Kaltara, Sekprov Apresiasi PLN

Nyalakan Listrik di Pedesaan Kaltim dan Kaltara, Sekprov Apresiasi PLN

Berita Terlaris

  • Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria 40 Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Kayan, Keluarga Tolak Visum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Bulungan Lantik Adi Irwansyah sebagai Inspektur, Perkuat Pengawasan Pemkab Hadapi Audit BPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama BL Disebut oleh Sejumlah Saksi, Kritikus Anti Korupsi Justru Berada dalam Pusaran Kasus Korupsi Proyek ASITA?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KORMI Bulungan Resmi Dilantik, Integrasikan Olahraga dengan Pariwisata dan Ekonomi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
redaksi@ibmnews.co.id

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA