• Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
IBMNews.co.id
Advertisement
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
IBMNews.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
  • Liputan Khusus
  • Opini

Bersama Istri dan Staf, Gubernur Bedah Rumah Nenek Zaharah hingga Malam

by Redaksi
09/08/2021
in Tarakan
A A

TANJUNG SELOR – Nenek Zaharah (70) seorang wanita paruh baya yang hidup sebatang kara di sebuah gubuk berukuran 2×2 meter menyita perhatian Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Drs H. Zainal A. Paliwang, SH, M.Hum.

Bersama istri Hj. Rachmawati Zainal dan seorang cucu serta sejumlah staf termasuk ajudan yang bermukim di rumah jabatan di Jalan Enggang Tanjung Selor, Gubernur mengunjungi kediaman nenek Zaharah, begitu sapaan akrabnya, yang tinggal di RT 05 Jalan Trans Kaltim Kecamatan Tanjung Palas Hulu, Kabupaten Bulungan, Ahad (8/8/2021).

Baca Juga

Penusukan Maut Gegerkan Tarakan, Polisi Amankan Pelaku Utama

Kapolres Tarakan Berbuka Puasa dengan Tahanan, Tegaskan Pendekatan Humanis di Balik Rutan

Lampaui Target Nasional, Personel Polres Tarakan Digganjar Penghargaan Polda Kaltara

Rumah yang ditempati nenek Zaharah terbuat dari seng bekas sejak belasan tahun silam. Atap rumahnya pun sudah mulai berlubang dan dinding rumahnya pun sebagian besar hanya tambalan seng bekas dan kain. Sehingga jika hujan turun, gubuk itu basah kuyup termasuk penghuninya.

Mendengar serta melihat langsung kondisi yang memprihatinkan itu, Gubernur bersama rombongan bergerak untuk membedah gubuk tua yang tidak dialiri listrik PLN itu.

“Seluruh tenaga yang ada di rumah jabatan kami kerahkan untuk membantu membongkar dan membedah tempat tinggal ibu Zaharah, agar dia bisa tinggal di tempat yang layak huni,” kata Gubernur.

Pengerjaan bedah rumah yang tak dilengkapi toilet itu mulai dilakukan sekitar pukul 13.00 hingga 20.00 Wita. Rencananya, pengerjaan rumah nenek Zaharah akan dilanjutkan hari ini.

“Kalau ada yang melihat tempat yang tidak layak dihuni oleh warga Kaltara, tolonglah diinformasikan ke kami. Karena saya tidak mau mendengar dan melihat ada warga saya yang tinggal di tempat yang tak layak huni seperti ini,” pinta Gubernur.

Ketika rumah itu hendak dibedah, nenek Zaharah dibopong oleh Gubernur ke rumah tetangga untuk sementara waktu hingga rumahnya selesai dikerjakan.

Di sisi lain, nenek Zaharah tak jarang harus menahan lapar ketika stok berasnya habis. “Suami saya sudah lama meninggal. Dulunya rumah saya ada tapi terbakar,” katanya berbahasa Bulungan.

Setelah itu dirinya memutuskan tinggal sendiri di gubuk tersebut. Untuk memenuhi kebutuhannya, si nenek Zaharah harus mencari sayuran yang tumbuh di antara semak belukar.

Untuk kebutuhan sehari-harinya seperti air mandi harus menggunakan air parit yang keruh. Parit ini pun merupakan tempat buang air besar maupun kecil.

Nenek Zaharah mengaku berasal dari Desa Mara Satu Kecamatan Tanjung Palas Barat. Bahkan sang nenek juga tidak memiliki identitas berupa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Jadi untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah susah,” ujar salah satu tetangga nenek Zaharah seraya mengatakan rumah si nenek sering dimasukin ular hitam. “Tadi sebelum rombongan ke sini, ada ular hitam di atap rumahnya si nenek,” kata ibu berhijab ini.

Kondisi si nenek juga tidak bisa berjalan jauh. Dikarenakan kaki mengalami sakit hingga berjalan harus menggunakan tongkat kayu. (adpim)

Terkait

Next Post
PMI Tegaskan, Harga Plasma Konvalesen Dari Luar Capai Jutaan Rupiah

PMI Tegaskan, Harga Plasma Konvalesen Dari Luar Capai Jutaan Rupiah

Sambut HUT RI, Gubernur Kukuhkan 40 Peserta Paskibraka Kaltara

Sambut HUT RI, Gubernur Kukuhkan 40 Peserta Paskibraka Kaltara

Berita Terlaris

  • Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria 40 Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Kayan, Keluarga Tolak Visum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Bulungan Lantik Adi Irwansyah sebagai Inspektur, Perkuat Pengawasan Pemkab Hadapi Audit BPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama BL Disebut oleh Sejumlah Saksi, Kritikus Anti Korupsi Justru Berada dalam Pusaran Kasus Korupsi Proyek ASITA?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KORMI Bulungan Resmi Dilantik, Integrasikan Olahraga dengan Pariwisata dan Ekonomi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
redaksi@ibmnews.co.id

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA