• Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
IBMNews.co.id
Advertisement
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini
No Result
View All Result
IBMNews.co.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
  • Liputan Khusus
  • Opini

Tajuddin Tuwo: Sulitnya Identifikasi Kelompok Buta Aksara

by Redaksi
06/02/2021
in Kaltara, Pemerintahan, Pendidikan, Tarakan
A A

TARAKAN – Pesatnya teknologi dan informasi saat ini semestinya membuat aktivitas dalam kehidupan sehari-hari menjadi lebih mudah, akan tetapi kenyataannya masih terdapat masyarakat yang tidak dapat memanfaatkan kemudahan tersebut dikarenakan minimnya pengetahuan yang dimiliki sebagian kecil masyarakat, salah satunya kemampuan membaca ialah buta aksara.

Kadisdik Tarakan, Tajuddin Tuwo
Kadisdikbud Tarakan, Tajuddin Tuwo

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tarakan, Tajuddin Tuwo saat dikonfirmasi menjelaskan, Disdikbud Kota Tarakan cukup kesulitan memantau perkembangan buta aksara. Selain karena keterbatasan, lajunya perputaran migrasi penduduk di Kota Tarakan membuat perkembangan buta aksara mengalami perubahan yang tidak menentu. Meski demikian, ia menerangkan dalam beberapa tahun terakhir angka buta aksara di kota Tarakan rata-rata didominasi usia 40 hingga 60 tahun ke atas.

Baca Juga

Penusukan Maut Gegerkan Tarakan, Polisi Amankan Pelaku Utama

Tak Ingin Berpolemik, Sekprov Kaltara Memilih Hadirkan Kepastian Solusi Konkret Pejabat Defenitif Kepala OPD

Bertemu Menteri PKP, Gubernur Berhasil Perjuangkan 2.000 Rumah Subsidi untuk Warga

“Saat terakhir saya menjabat sebagai kepala Disdikbud dan kembali ke sini lagi, kami masih mengalami kendala yang sama dalam mendata angka buta aksara di Kota Tarakan ini, Itu karena keluar masuknya orang di tarakan sehingga sulit menghitung jumlah pastinya karena kebanyakan masyarakat buta huruf tersebut adalah pendatang,” ujarnya, (06/02).

Dijelaskan Tajuddin lagi, Berdasarkan Data Disdikbud tahun 2016, dari data 20 kelurahan, terdapat 386 orang yang masih buta aksara.

“Itu data terakhir laporan dari 2016. Tapi karena terbatasnya kemampuan dan juga kondisi penduduk Tarakan, maka pemantauan mengalami sedikit kendala. hanya dengan menerima laporan dari kelurahan,” tuturnya.

Disamping karena terbatasnya kemampuan melakukan pemantauan, dijelaskannya jika masalah buta aksara saat ini tidak sepenuhnya kewenangan Disdikbud kota Tarakan, melainkan juga wewenang Dinas sosial, Meskipun tetap melakukan koordinasi intens.

“Persoalan ini kan lebih ke masalah sosial dan kami memang juga lebih terfokus pada dunia pendidikan. Tapi bukan berarti kami tidak memperhatikan ini, Kami juga tetap melakukan koordinasi bersama dinas sosial dalam pemantauan,” tukasnya.

Walaupun Disdikbud memiliki Program Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk meminimalisir buta aksara, namun menurutnya hal tersebut belum berjalan efektif. Mengingat sulitnya menyadarkan masyarakat yang sebagian besar terdiri dari para lansia.

“Sebenarnya ada program PKBM, tapi karena terbatasnya kemampuan anggaran, sekarang juga program itu tidak berjalan intens, karena harus bayar tenaga pengajar. Selama ini juga berharap sama mahasiswa yang KKN untuk dijadikan tenaga pengajar, Kalau tidak ada ya harus menunggu lagi. Tapi memang susah juga mengajar orang tua, karena belum tentu bisa cepat mengerti karena fungsi tubuh yang menurun,” bebernya. (Suf)

Terkait

Tags: butaaksaraDinaspendidikanKalimantanutarakaltarapendidikanTarakan
Next Post
DPRD Kaltara Terus Perjuangkan PPPK

DPRD Kaltara Terus Perjuangkan PPPK

Berstatus Sengketa Dengan Pemprov, DPRD Tarakan Usulkan Gedung Baru.

Berstatus Sengketa Dengan Pemprov, DPRD Tarakan Usulkan Gedung Baru.

Berita Terlaris

  • Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    Ramadan yang Penuh Haru, Datu Idris Berpulang Saat Menjadi Imam Salat Magrib

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pria 40 Tahun Ditemukan Meninggal di Sungai Kayan, Keluarga Tolak Visum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Bulungan Lantik Adi Irwansyah sebagai Inspektur, Perkuat Pengawasan Pemkab Hadapi Audit BPK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nama BL Disebut oleh Sejumlah Saksi, Kritikus Anti Korupsi Justru Berada dalam Pusaran Kasus Korupsi Proyek ASITA?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KORMI Bulungan Resmi Dilantik, Integrasikan Olahraga dengan Pariwisata dan Ekonomi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Iklan & Advetorial
  • Pedoman Penulisan
  • Pedoman Media Siber
redaksi@ibmnews.co.id

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltara
    • Bulungan
    • Tarakan
    • Nunukan
    • Malinau
    • Tana Tidung
  • Pemerintahan
  • Parlementer
  • Politik
  • Hukum & Kriminal
  • Ragam
    • Teknologi
    • Pendidikan
    • Sport
    • Kuliner
    • Traveling
  • Liputan Khusus
    • Advetorial
    • Nasional
    • Internasional
    • Investigasi
  • Opini

© 2026 PT. PRAKARSA MEDIAKU NUSANTARA